Abang None 2009, Tanggung Jawab Majukan Potensi Budaya Betawi
Posted by edo on July 22, 2009
Jakarta – Ahmad Murtadho dari Jakarta Barat dan Wimmy (Jakarta Utara) terpilih sebagai pasangan “Abang dan None (Abnon) 2009”. Hasil yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi keduanya, karena yang mengumumkan kemenangan adalah Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan istri di momen “Malam Final Pemilihan Abang None 2009” yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (15/7) malam lalu.
Upacara kemenangan itu sekaligus menjadi penobatan keduanya selaku Duta Pariwisata dan Budaya Jakarta dalam tugasnya mempromosikan Jakarta. Ahmad Murtadho dan Wimmy mengaku, sejak awal telah memiliki visi dan misi bersama sebagai duta terdepan bagi generasi muda yang akan tetap melestarikan budaya Betawi.
Mereka pun berjanji turut membantu mempromosikan potensi wisata yang berada di wilayah DKI Jakarta. “Yang pasti senang, Alhamdulillah, namun demikian kita juga memiliki tanggung jawab yang tidak kecil guna memajukan potensi budaya Betawi yang dimiliki Kota Jakarta,” ujar Ahmad Murtadho.
Keduanya diharapkan memberikan citra positif bagi generasi muda Jakarta. Selain itu Ahmad dan Wimmy juga dinobatkan sebagai Duta Antinarkoba. Bisa dimengerti, bila pertanyaan tim dewan juri yang diketuai sejarawan kebudayaan Betawi, Rusdi Saleh banyak dikaitkan dengan seberapa besar opini dan pandangan finalis “Abnon 2009” terhadap bahaya narkoba.
Dalam tugas mereka nantinya, “Abnon 2009” juga akan terlibat langsung dengan kegiatan penanggulangan narkoba yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta.
Secara merata, para 36 finalis berusaha menunjukkan tekad menangnya melalui pamer aksi pengetahuan dan bahasa, kepedulian sosial, harapan anak muda, serta impian kalangan generasi seangkatannya dalam upaya mengatasi permasalahan rumit di Jakarta saat ini dan masa mendatang.
Mereka meladeni berbagai pertanyaan dewan juri dengan latar pengetahuan dan kecerdasan yang mereka miliki. Selain itu, mereka memperoleh kehormatan dengan mendapatkan pertanyaan langsung dari Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Pertanyaan dari Bang Foke adalah, apa tanggapan para finalis mengenai dominasi tiga kebudayaan, yakni Islam, China, dan Barat, yang dimiliki masyarakat Betawi sejak dulu hingga sekarang.
Pertunjukan Televisi
Dikemas layaknya pertunjukan variety televisi, karena ditayangkan langsung oleh Global TV, acara “Malam Final Abnon 2009” tak beda jauh dengan tontonan pentas layar kaca sehari-hari yang dikuasai kejayaan musik pop bersama ST 12, The Changcuters, Afgan, dan Vidi Aldiano. Dengan begitu, tujuan mengangkat citra seni dan budaya Betawi di bumi sendiri, kurang tergarap secara maksimal.
Selain itu, ada satu bagian yang diberi tema “Tribute to Benyamin Sueb”, diisi dengan penampilan Dewi Sandra yang “berduet” dengan tayangan hologram Benyamin S, berikut suara aslinya dalam lagu “Di Sini Aje”. Meski lagunya kocak, tetap terasa janggal ketika dinikmati.
Hal itu jelas berbeda kesannya ketika kita menonton tayangan konser panggung Natalie Cole saat bernyanyi “Unforgettable“ “berduet” bareng almarhum ayahnya, Nat King Cole melalui layar sinematografis klasik yang melegenda. (jjs)
